Golkar Lanjutkan Proses Seleksi Wakil Ketua Komisi III DPR

Golkar Lanjutkan Proses Seleksi Wakil Ketua Komisi III DPR

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji mengatakan pihaknya masih menyeleksi dua hingga tiga nama untuk mengisi posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Jabatan tersebut kosong setelah Sari Yuliati ditetapkan sebagai pimpinan DPR RI.

Sarmuji menyampaikan, hingga saat ini Fraksi Golkar masih melakukan proses profiling terhadap para kandidat yang dipertimbangkan. Namun, ia belum mengungkapkan secara detail identitas calon-calon tersebut.

“Masih kami profiling. Bisa minggu depan diputuskan,” kata Sarmuji saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, terdapat dua syarat utama bagi calon Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Pertama, calon harus merupakan anggota DPR RI. Kedua, calon memiliki wawasan dan pemahaman terkait bidang tugas Komisi III.

Sebagai informasi, Komisi III DPR RI membidangi urusan penegakan hukum. Komisi ini bermitra dengan sejumlah lembaga, antara lain Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta institusi penegak hukum lainnya.

Menurut Sarmuji, calon pimpinan Komisi III tidak harus berasal dari internal komisi tersebut. Ia menyebut, anggota DPR dari komisi lain tetap memiliki peluang sepanjang memenuhi persyaratan utama.

“Artinya, tidak harus dari Komisi III. Bisa juga dari komisi lain,” ujarnya.

Meski demikian, Sarmuji mengakui masih ada sejumlah syarat tambahan yang menjadi pertimbangan Fraksi Golkar. Namun, ia menegaskan dua syarat utama tersebut menjadi faktor paling menentukan.

“Tentu ada syarat lain sebagai tambahan, tetapi syarat utamanya dua itu,” kata dia.

Sebelumnya, Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 telah menyetujui Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI. Ia menggantikan Adies Kadir yang kini menjabat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Adies Kadir sebelumnya menduduki kursi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Dengan diangkatnya Sari Yuliati—yang juga berasal dari Partai Golkar—posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Golkar saat ini resmi mengalami kekosongan.