Bank Indonesia (BI) menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp427,9 triliun pada pekan pertama April 2026 untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut alokasi tersebut terdiri dari Rp358,0 triliun melalui lending channel dan Rp69,9 triliun melalui interest rate channel. Berdasarkan kelompok bank, penyaluran terbesar diberikan kepada bank BUMN sebesar Rp224 triliun, diikuti Bank Umum Swasta Nasional Rp166,6 triliun, Bank Pembangunan Daerah Rp29,6 triliun, serta Kantor Cabang Bank Asing Rp7,8 triliun.
Secara sektoral, insentif ini difokuskan pada sektor prioritas seperti pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi dan perumahan, hingga UMKM dan koperasi. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat fungsi intermediasi perbankan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
BI juga menegaskan bahwa penguatan KLM yang telah diterapkan sejak Desember 2025 diarahkan untuk memberikan insentif lebih besar bagi perbankan yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas serta responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru.
Dikutip dari antaranews.com
