Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong sektor keuangan memperluas akses layanan bagi perempuan guna menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menegaskan perempuan memiliki peran besar dalam ekonomi keluarga, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, diperlukan dukungan setara melalui pembiayaan inklusif, peningkatan kapasitas, serta penguatan ekosistem ekonomi.
Ia menilai pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada transformasi dari bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi agar partisipasi perempuan dalam pembangunan semakin luas dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengungkapkan sekitar 12 ribu pelaku UMKM di daerahnya didominasi perempuan dan menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Hal ini menunjukkan pentingnya dukungan akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha bagi perempuan.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti menekankan bahwa sistem keuangan inklusif harus dibarengi peningkatan literasi keuangan serta kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar perempuan, khususnya pelaku usaha mikro, dapat tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.
Dikutip dari RRI.co.id
