Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Penguatan pasar saham domestik ini terjadi di tengah pelemahan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street pada perdagangan sebelumnya.
Mengacu data RTI, IHSG naik 11 poin atau 0,06 persen ke level 5.111 pada pukul 09.03 WIB. Pada awal perdagangan, indeks sempat dibuka di posisi 5.066.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak pada rentang 5.053 hingga 5.116. Adapun total volume saham yang diperdagangkan mencapai 6,813 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp1,072 triliun.
Mayoritas Saham Bergerak Melemah
Meski IHSG berada di zona hijau, pergerakan mayoritas saham justru tercatat melemah. Sebanyak 174 saham menguat, sedangkan 377 saham mengalami penurunan dan 160 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp8.957 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan saham telah mencapai 118.148 kali.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG pada awal perdagangan belum diikuti oleh mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Tertekan
Berbeda dengan IHSG, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penurunan dipicu kembali munculnya kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang disorot oleh Alphabet.
Melansir Xinhua, Jumat, 30 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 132,54 poin atau 0,25 persen menjadi 52.342,56. Indeks S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,3 persen ke posisi 7.720,39.
Sementara itu, Nasdaq Composite mengalami koreksi lebih dalam sebesar 365,13 poin atau 1,38 persen menjadi 26.184,72.
Meski ketiga indeks utama ditutup melemah, delapan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 justru berakhir di zona hijau. Tekanan pasar lebih terkonsentrasi pada saham-saham teknologi dan tidak menyebar secara merata ke seluruh sektor.
Harga Minyak Dunia Turun
Di pasar komoditas, harga minyak dunia ditutup melemah. Harapan dimulainya kembali pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran meredam kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent turun 44 sen atau 0,38 persen menjadi USD114,88 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 78 sen atau 0,76 persen ke posisi USD102 per barel.
