Kongo Takluk Tipis dari Chile pada Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia

Kongo Takluk Tipis dari Chile pada Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia

Tim nasional Chile berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Kongo dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung di Orleans, Prancis, Selasa WIB. Hasil ini menjadi modal positif bagi La Roja dalam mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional menuju Piala Dunia 2026.

Pertandingan berlangsung cukup ketat sejak menit awal. Kedua tim tampil dengan tempo sedang sambil mencoba mengembangkan permainan dan menguji sejumlah skema yang dipersiapkan pelatih masing-masing.

Babak Pertama Berjalan Seimbang

Kongo beberapa kali mencoba menekan melalui serangan cepat dari sisi sayap. Sementara itu, Chile lebih mengandalkan penguasaan bola dan kombinasi umpan pendek untuk membongkar pertahanan lawan.

Meski kedua tim mampu menciptakan sejumlah peluang, tidak banyak kesempatan bersih yang benar-benar mengancam gawang masing-masing. Disiplin lini pertahanan membuat pertandingan berjalan relatif seimbang sepanjang babak pertama.

Kongo yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman seperti Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, dan Yoane Wissa mampu meredam upaya serangan Chile.

Di sisi lain, Chile juga tampil solid dalam menjaga area pertahanannya sehingga berbagai percobaan serangan Kongo gagal menghasilkan gol.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap imbang 0-0.

Darío Osorio Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, Chile mulai meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52.

Darío Osorio berhasil memanfaatkan ruang di depan kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Chile unggul 1-0 atas Kongo.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Kongo yang tertinggal mulai tampil lebih agresif untuk mencari gol penyeimbang, sementara Chile memanfaatkan ruang yang terbuka melalui serangan balik cepat.

Sepúlveda Tambah Keunggulan Chile

Saat Kongo terus berupaya menekan, Chile justru kembali menunjukkan efektivitas permainan mereka.

Menjelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-86, Matías Sepúlveda berhasil menggandakan keunggulan Chile menjadi 2-0. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang gagal diantisipasi lini belakang Kongo.

Keunggulan dua gol membuat Chile berada di atas angin untuk mengamankan kemenangan.

Kongo Hanya Mampu Memperkecil Ketertinggalan

Meski tertinggal dua gol, Kongo tidak menyerah begitu saja. Hanya dua menit setelah gol Sepúlveda, Joris Kayembe berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol tersebut membangkitkan semangat tim asuhan Sébastien Desabre untuk mengejar hasil imbang pada sisa waktu pertandingan.

Pada menit-menit akhir, Kongo meningkatkan tekanan dan lebih sering menguasai bola di wilayah pertahanan Chile. Namun, rapatnya organisasi pertahanan tim Amerika Selatan itu membuat berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Chile tetap bertahan.

Susunan Pemain

Kongo:
Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba (kapten), Axel Tuanzebe, Joris Kayembe; Ngal’ayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Théo Bongonda, Yoane Wissa, Nathanaël Mbuku.
Pelatih: Sébastien Desabre.

Chile:
Lawrence Vigouroux; Felipe Faúndez, Francisco Sierralta, Guillermo Maripán, Gabriel Suazo; Víctor Felipe Méndez, Vicente Pizarro; Darío Osorio, Nils Reichmuth, Lucas Cepeda; Gonzalo Tapia.
Pelatih: Nicolás Andrés Córdova.

Kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Chile menjelang rangkaian pertandingan internasional berikutnya, sementara Kongo mendapatkan evaluasi penting untuk meningkatkan performa tim sebelum menghadapi kompetisi resmi mendatang.