Dampak Kebijakan The Fed, Bitcoin Jatuh di Bawah USD76 Ribu

Dampak Kebijakan The Fed, Bitcoin Jatuh di Bawah USD76 Ribu

Harga Bitcoin mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, setelah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta meningkatnya ketegangan geopolitik membebani sentimen pasar.

Mengutip data pasar, Kamis (30/4/2026), Bitcoin turun sekitar 1 persen ke level USD75.632,1.

Kebijakan Suku Bunga Tekan Aset Berisiko

Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen menjadi salah satu faktor utama tekanan terhadap aset kripto.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Selain itu, perbedaan pandangan di internal FOMC juga mencuat, dengan sebagian anggota menginginkan penurunan suku bunga, sementara lainnya memilih mempertahankan kebijakan saat ini.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral masih memiliki fleksibilitas untuk menentukan arah kebijakan ke depan, tergantung perkembangan inflasi dan dampak kenaikan harga minyak global.

Suku bunga tinggi yang bertahan dalam jangka panjang diketahui cenderung menekan aset berisiko seperti kripto, karena investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil lebih stabil.

Sentimen Geopolitik Tambah Tekanan

Selain faktor moneter, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk sentimen pasar. Ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah meningkatkan volatilitas pasar keuangan global, termasuk pasar kripto.

Kondisi ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Pergerakan Kripto Lain Ikut Melemah

Penurunan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga diikuti oleh sejumlah aset kripto utama lainnya. Ethereum tercatat turun 2,2 persen menjadi USD2.241,03.

Sementara itu, XRP melemah 1,3 persen ke level USD1,3620. Aset kripto lain seperti Solana dan Cardano juga masing-masing turun 1,4 persen dan 1,8 persen.

Di sisi lain, token meme seperti Dogecoin justru mencatat kenaikan tipis sebesar 2,6 persen.

Tekanan dari kebijakan moneter global dan dinamika geopolitik diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan pasar kripto dalam jangka pendek.