Emas Tembus USD 4.860 per Ons, Perak Melonjak 4,6 Persen

Emas Tembus USD 4.860 per Ons, Perak Melonjak 4,6 Persen

Harga logam mulia global menguat pada perdagangan terbaru, didorong melemahnya dolar Amerika Serikat dan meredanya kekhawatiran inflasi setelah Selat Hormuz dipastikan tetap terbuka selama masa gencatan senjata.

Harga emas di pasar spot tercatat naik sekitar 1,5 persen menjadi USD 4.860,39 per ons, sementara emas berjangka AS juga meningkat 1,6 persen ke level USD 4.883,20. Kenaikan ini turut didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga, yang membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, harga perak melonjak lebih tinggi dengan kenaikan 4,6 persen ke posisi USD 81,99 per ons, bahkan mencatat kenaikan sekitar 8 persen dalam sepekan. Logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium juga mengalami penguatan masing-masing sekitar 2 persen.

Pembukaan jalur pelayaran utama tersebut dinilai menekan harga minyak dunia, sehingga mengurangi tekanan inflasi global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, yang semakin memperkuat sentimen positif di pasar.

Dengan kondisi tersebut, emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek, seiring melemahnya dolar dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Dikutip dari liputan6.com