Jakarta, 31 Oktober 2025 — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan kuliner dan wisata budaya Joglosemar—meliputi Yogyakarta, Solo, dan Semarang—kepada agen travel dan tour operator (TA/TO) asal Malaysia melalui famtrip Joglosemar 2025 yang berlangsung pada 28–31 Oktober 2025.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan, “Famtrip ini tidak hanya memperkenalkan kuliner khas Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara.”
Destinasi dan Kuliner Unggulan Famtrip Joglosemar
Semarang
- Mencicipi kuliner tradisional di D’Kamboja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie
- Mengunjungi Sam Poo Kong Temple
- Menikmati suasana malam di Kota Lama Semarang dan Lawang Sewu
Solo
- Menyelami budaya di Pura Mangkunegaran
- Menikmati sajian khas di Pracimasana Restaurant
- Menjelajahi Kampung Batik Kauman
Yogyakarta
- Wisata budaya di Candi Borobudur
- Mengikuti culinary workshop di Bhumi Bhuvana
- Mencoba hidangan keraton di Restoran Bale Raos
- Mengikuti kegiatan Boja: The Magic Table melalui program WISH (Wonderful Indonesia Scale Up Hub) yang memperkenalkan cita rasa Nusantara seperti Sambal Ganja Aceh
Tujuan Famtrip Joglosemar
Famtrip ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan minat wisatawan Malaysia terhadap destinasi baru di Indonesia di luar Bali.
- Memperkenalkan kuliner autentik Nusantara sebagai pintu masuk promosi pariwisata.
- Memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner kelas dunia.
- Membuka peluang networking dan kerja sama bisnis antara pelaku pariwisata Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ditutup dengan networking dinner bersama anggota ASITA dan ASTINDO Yogyakarta, mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan mitra potensial dari Malaysia.
Strategi Pasar Malaysia
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menyatakan, pemilihan destinasi Joglosemar dipicu oleh dibukanya rute penerbangan langsung AirAsia Kuala Lumpur–Semarang, mempermudah akses wisatawan Malaysia ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Data BPS hingga Agustus 2025 mencatat 1.682.745 wisatawan Malaysia mengunjungi Indonesia, menjadikan Malaysia salah satu pasar utama pariwisata Indonesia.
Dukungan Mitra Strategis
Kegiatan famtrip didukung oleh:
- KAI Wisata dan InJourney untuk kunjungan ke Lawang Sewu dan Candi Borobudur
- Hotel Jambuluwuk Malioboro menyediakan akomodasi peserta
Melalui pendekatan berbasis pengalaman seperti ini, famtrip Joglosemar diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya dunia, sekaligus meningkatkan awareness wisatawan Malaysia terhadap kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.stinasi wisata budaya dan kuliner kelas dunia bagi wisatawan Malaysia. sumber antaranews.com
