Keberhasilan Haddan Malik Baqmuhyibar meraih medali perak pada World Climbing Youth Championship Arco 2026 di Italia dinilai menjadi bukti bahwa regenerasi atlet panjat tebing disiplin speed Indonesia berjalan dengan baik. Prestasi tersebut sekaligus menandai pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia berhasil meraih medali perak di ajang kejuaraan dunia panjat tebing kelompok usia.
Pelatih timnas panjat tebing speed, Galar Pandu Asmoro, mengatakan capaian Haddan menunjukkan atlet muda Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. Pada partai final nomor speed putra U-19, Haddan mencatatkan waktu 6,21 detik dan harus mengakui keunggulan wakil China, Yanze Shi, yang finis dengan waktu 6,07 detik.
Menurut Galar, performa Haddan sepanjang kejuaraan telah memenuhi target tim pelatih. Atlet muda tersebut mampu menjaga konsistensi catatan waktunya yang mendekati performa terbaik saat menjalani latihan di pelatnas Bekasi. Ia menyebut peluang meraih emas sempat terbuka, namun Haddan sedikit terpeleset menjelang garis finis sehingga gagal menjadi juara.
Selain Haddan, Indonesia juga mengirim Ardana Cikal Damarwulan pada World Climbing Youth Championship Arco 2026. Cikal masih berpeluang menambah prestasi Merah Putih setelah berhasil melaju ke babak final nomor boulder dan lead U-17. Hasil tersebut semakin memperkuat optimisme terhadap regenerasi atlet panjat tebing Indonesia untuk terus bersaing di panggung dunia.
