Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis (4/6/2026) di zona merah. Pada sesi pembukaan, IHSG tercatat melemah 21,5 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56.
Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup turun signifikan sebesar 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), indeks bergerak di rentang 5.841 hingga 6.213 sebelum akhirnya berakhir di zona negatif.
Selain IHSG, indeks yang berisi 45 saham unggulan atau LQ45 juga mengalami koreksi pada awal perdagangan. Indeks LQ45 dibuka turun 1,44 poin atau sekitar 0,24 persen ke level 587,55.
Pergerakan negatif pada pembukaan perdagangan mencerminkan masih adanya tekanan di pasar saham domestik. Investor saat ini terus mencermati berbagai sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek.
IHSG dan LQ45 menjadi indikator utama yang digunakan pelaku pasar untuk mengukur kinerja pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, arah pergerakan kedua indeks tersebut akan terus menjadi perhatian investor dalam menentukan strategi investasi di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.
