Kurs Rupiah Pagi Ini Terkoreksi 35 Poin ke Posisi Rp17.417

Kurs Rupiah Pagi Ini Terkoreksi 35 Poin ke Posisi Rp17.417

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.50 WIB, rupiah berada di level Rp17.417 per dolar AS.

Posisi tersebut menunjukkan mata uang Garuda turun 35 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.382 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance pada waktu yang sama, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.370 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan berlangsung fluktuatif, namun cenderung melemah.

Menurut Ibrahim, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.380 hingga Rp17.430 per dolar AS seiring meningkatnya sentimen global dan domestik yang memengaruhi pasar keuangan.

Salah satu faktor eksternal yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak tanggapan Iran terhadap kerangka perdamaian yang diusulkan Washington, sehingga meredam harapan meredanya konflik dalam waktu dekat.

Proposal AS sebelumnya disebut mencakup penghentian aktivitas pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang diperkaya tinggi, serta pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.

Sebagai respons, Iran melalui mediator Pakistan meminta pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan hak Iran untuk melanjutkan sebagian aktivitas nuklirnya.

Selain sentimen global, pasar juga mencermati kondisi fiskal domestik. Ibrahim mengungkapkan posisi utang pemerintah hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun, meningkat hampir tiga persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp9.637,9 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hingga kuartal I-2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB.

Sementara itu, realisasi pembiayaan utang mencapai Rp258,7 triliun. Pemerintah disebut terus berupaya menjaga pengelolaan utang secara terukur sekaligus memperkuat penerimaan negara untuk menopang kebutuhan pembiayaan APBN.