151 Titik Panas Terdeteksi, BMKG Waspadai Karhutla di Kalimantan Timur

151 Titik Panas Terdeteksi, BMKG Waspadai Karhutla di Kalimantan Timur

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur menyusul terdeteksinya ratusan titik panas dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menyebutkan pada Sabtu (25/4/2026) terdeteksi sebanyak 151 titik panas yang tersebar di enam kabupaten/kota.

Subjudul: Sebaran titik panas di enam wilayah
Rinciannya meliputi Kota Balikpapan sebanyak 1 titik, Kabupaten Paser (13), Kutai Barat (10), Kutai Timur (82), Kutai Kartanegara (37), dan Kabupaten Berau (8).

Menurut Carolina, kondisi cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu meningkatnya jumlah titik panas di wilayah tersebut.

Subjudul: Imbauan cegah karhutla
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok yang masih menyala di area kering.

Selain itu, instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta segera melakukan pengecekan ke lokasi titik panas guna memastikan potensi kebakaran dan melakukan penanganan cepat apabila diperlukan.

“Tim BPBD bersama unsur terkait akan memastikan apakah titik panas ini berpotensi menjadi karhutla atau tidak. Jika rawan, maka langsung dilakukan penanganan,” ujar Carolina.

Subjudul: Tingkat kepercayaan tinggi
BMKG juga mencatat bahwa sejumlah titik panas memiliki tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Di Kabupaten Berau, misalnya, delapan titik panas memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan tersebar di wilayah Kelay, Pulau Derawan, Sambaliung, Segah, Tabalar, dan Talisayan.

Sebelumnya, pada Jumat (23/4/2026), BMKG juga mendeteksi 83 titik panas di lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Subjudul: Peran pemerintah daerah
Pemerintah daerah melalui dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadam Kebakaran diharapkan aktif memberikan edukasi kepada petani dan pekebun untuk melakukan langkah pencegahan karhutla.

Langkah antisipasi ini dinilai penting guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.