Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan transformasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari versi 1.0 menuju 2.0. Pembenahan difokuskan pada tata kelola pengadaan, pengawasan, keamanan pangan, serta penanganan pengaduan masyarakat.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rencana tersebut dalam paparan capaian 100 hari kerja di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan data BGN, lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi, didukung 26.723 dapur terverifikasi dan sekitar 1,03 juta tenaga kerja aktif.
Program ini juga melibatkan 80.315 pemasok lokal, dengan 82,8 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam transformasi MBG 2.0, BGN akan membenahi sistem pengadaan, mewajibkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta memperkuat standar operasional keamanan pangan dari hulu hingga hilir. Pengawasan juga dilakukan melalui pemantauan jarak jauh, inspeksi mendadak, CCTV, dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
BGN turut mendorong koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah serta menyiapkan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Dalam paparannya, BGN juga mencatat realisasi anggaran 2026 sebesar Rp165 triliun dan menyebut Rp44 triliun sebagai uang rakyat yang kembali ke kas negara.
Dikutip dari RRI.co.id
