Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.090 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan pekan lalu di level Rp18.080 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp18.050 per dolar AS. Angka tersebut juga melemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.956 per dolar AS.
Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Cenderung Melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Menurut Ibrahim, rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp18.080 hingga Rp18.130 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan energi global serta kenaikan harga minyak. Potensi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan mata uang.
Selain itu, Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS berpotensi menguat sehingga memberikan tekanan terhadap rupiah sepanjang pekan ini.
Indeks dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran 100,90 hingga 103,10.
“Artinya apa? Artinya bahwa di minggu terakhir, di bulan Oktober, kemungkinan indeks dolar ini masih akan terus menguat menuju level 103,10,” ujar Ibrahim.
Harga Minyak di Atas USD100 Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak hingga menembus lebih dari USD100 per barel turut menjadi perhatian.
Harga energi yang tinggi berpotensi menambah tekanan terhadap perekonomian serta meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk membiayai impor.
