Industri baterai listrik China terus mencatat pertumbuhan yang kuat, dengan penjualan melonjak 48,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 786 gigawatt-jam (GWh) pada tiga kuartal pertama 2025. Lonjakan ini didorong oleh ekspansi cepat mobil listrik atau kendaraan energi baru (NEV), yang semakin memacu permintaan baterai.
Ekspor baterai listrik China juga menunjukkan tren positif, melampaui 129 GWh selama periode yang sama, naik 32,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini diungkap dalam Konferensi Baterai Listrik Dunia (World Power Battery Conference) 2025 di Yibin, Provinsi Sichuan.
Secara global, China semakin mengukuhkan posisinya di sektor baterai listrik. Laporan Pusat Pengembangan Industri Peralatan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China menunjukkan bahwa enam perusahaan China masuk dalam 10 besar perusahaan baterai listrik global pada 2024, menyumbang 67,1 persen dari volume instalasi baterai listrik global, meningkat hampir 4 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.
Volume instalasi baterai listrik global tahun lalu mencapai 894,4 GWh, naik 27,2 persen yoy, yang mencerminkan pertumbuhan pesat penjualan global dan penetrasi kendaraan energi baru.
Konferensi Baterai Listrik Dunia 2025 juga menjadi ajang bagi peluncuran produk baru dan investasi industri. Selama tiga tahun terakhir, lebih dari 600 produk baru diluncurkan dan 249 proyek besar ditandatangani dengan total investasi hampir 300 miliar yuan
