Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan kinerja positif. Pada pembukaan perdagangan Senin (20/7/2026), IHSG dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke level 6.197,48.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga bergerak di zona hijau dengan kenaikan 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.45 WIB, penguatan IHSG semakin bertambah hingga mencapai 68,148 poin atau 1,10 persen ke level 6.243,683.
Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.249 dan level terendah di 6.191.
Mayoritas Saham Bergerak Menguat
Sentimen positif tercermin dari dominasi saham yang berada di zona hijau.
Sebanyak 415 saham tercatat menguat, sementara 151 saham melemah dan 172 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai. Hingga pukul 09.45 WIB, total nilai transaksi mencapai Rp4,124 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,877 miliar saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp10.871,932 triliun.
Bursa Global Masih Tertekan
Meski IHSG bergerak menguat, sentimen dari pasar global masih cenderung negatif.
Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
Indeks Dow Jones turun 0,77 persen, S&P 500 terkoreksi 1,01 persen, sedangkan Nasdaq merosot 1,40 persen.
Pelemahan tersebut dipicu aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga mengakhiri perdagangan pekan lalu di zona merah.
Indeks Hang Seng melemah 1,78 persen, Nikkei turun 4,03 persen, dan Shanghai terkoreksi 3,05 persen.
Pada perdagangan Senin pagi, indeks Kospi dan Nikkei kembali dibuka melemah masing-masing sebesar 1,02 persen dan 4,03 persen.
Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Melemah
Meski IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan, Samuel Sekuritas menilai pergerakan indeks masih berpotensi menghadapi tekanan.
Analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melemah seiring masih lemahnya sentimen dari pasar regional.
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan melemah, terbebani oleh lemahnya momentum pembukaan pasar regional,” tulis Samuel Sekuritas dalam riset hariannya.
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.175,54 dengan catatan aksi beli bersih (foreign net buy) investor asing mencapai Rp638 miliar.
