Jasa Raharja Semarang dan Stakeholder Semarang Perkuat Sinergi, Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan

Jasa Raharja Semarang dan Stakeholder Semarang Perkuat Sinergi, Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan

Semarang – PT Jasa Raharja Cabang Semarang bersama pemangku kepentingan (stakeholder) bidang lalu lintas menggelar Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) di Aula Polrestabes Semarang, Rabu (6/5/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya penurunan angka kecelakaan serta penekanan tingkat fatalitas korban di wilayah Kota Semarang.

Kepala Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji Mukti, menyampaikan bahwa seluruh korban kecelakaan lalu lintas mendapatkan kepastian jaminan dari negara. Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Jasa Raharja hadir untuk memberikan jaminan bagi korban kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, kami telah menjalin kerja sama dengan seluruh rumah sakit di wilayah Kota Semarang untuk memastikan penanganan medis korban dapat dilakukan sesegera mungkin,” ujar Manggala di sela kegiatan.

Manggala juga mengimbau masyarakat untuk tertib dalam melakukan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) bersamaan dengan pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, ketepatan waktu pembayaran SWDKLLJ sangat krusial karena dana tersebut dikelola kembali untuk memberikan santunan dan biaya perawatan bagi korban kecelakaan secara cepat dan tepat sasaran.

Forum ini dihadiri oleh berbagai instansi, mulai dari Korlantas Polri, Satlantas Polrestabes Semarang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPTD, Dinas Pekerjaan Umum, Bapeda, hingga pakar transportasi dari Universitas Indonesia.

Agenda utama pembahasan meliputi evaluasi data kecelakaan serta identifikasi daerah rawan kecelakaan atau blackspot. Selain perbaikan sarana prasarana jalan oleh Dinas PU, forum ini juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkendara guna mengubah perilaku masyarakat di jalan raya.

“Sinergi antarinstansi menjadi faktor penentu dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan. Kami terus memperkuat koordinasi mulai dari pencegahan, pengawasan di titik rawan, hingga percepatan penanganan korban di rumah sakit,” tambahnya.

Melalui komitmen bersama ini, diharapkan angka fatalitas korban kecelakaan di Kota Semarang dapat ditekan secara signifikan, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga